Pasang Turbo Timer di Mesin Diesel, Masih Perlu atau Tidak?

Ada pertanyaaan dari pembaca setia soal pemasangan turbo timer. “Apakah masih perlu dipakai pada mobil diesel saat ini? Kalau masih penting, kenapa pabrikan mobil tidak memberikannya sebagai peranti standar mobil?

Sebelum menjawabnya, apa fungsi turbo timer yang kerap digunakan pada mesin diesel yang sudah disertai turbocharger zaman dulu?

Secara teknis, putaran turbin turbo itu lebih cepat dari rpm mesin. Pelumasannya mengandalkan oli yang kalau habis dipakai, setelah turbo bekerja, perlu waktu supaya temperatur oli turun. Sehingga turbo bearing jadi lebih dingin dan barulah mesin boleh dimatikan.

Hanya saja, “Untuk mematikan mesin dengan tahapan seperti itu (hitungan mundur), orang malas menunggu. Hitungan mundur bisa dari detik hingga menit. Pengaturan secara umum, minimal 30 detik,” jelas Taqwa S.S., pemilik bengkel mobil Garden Speed.

Jadi, fungsi turbo timer mencegah turbocharger mengalami perubahan temperatur yang drastis. Jika tidak dilengkapi turbo timer, maka dapat terjadi kerusakan pada perangkat turbonya.

Cara kerjanya, “Alat ini menahan kunci kontak tetap ON (walau kunci dicabut). Dengan menggunakan kapasitor, sehingga saat kunci kontak dicabut, kapasitor menahan agar mesin tetap ON, sampai kapasitor habis muatannya. Setelah kapasitor habis, maka kunci kontak ikut OFF, alias mesin baru bisa mati,” terang Iwan Abdurahman, Techincal Support Department PT Toyota Astra Motor.

Turbo timer banyak dijual di toko aksesori mobil, bisa dipasang sendiri, tetapi lebih baik pasang di bengkel. Namun kini hampir semua pabrikan mobil bermesin turbo diesel, tidak membekali turbo timer.

“Karena dirasa rata-rata penggunaan mobil diesel secara umum tidak terlalu ekstrem. Serta, kualitas dari turbocharger dan pendinginannya, secara umum sudah semakin baik. Sehingga penggunaan turbo timer secara khusus dirasa tidak perlu diberikan oleh pabrikan,” tutur Iwan.

Iwan melanjutkan, “Rasanya saat ini setiap kita bepergian, sebelum sampai tujuan mobil mengalami macet atau jalan pelan (juga saat parkir). Sehingga proses tersebut juga bisa membantu mendinginkan turbo, sebelum benar-benar mesin dan turbonya dimatikan.”

Ia mencontohkan, pada buku Pedoman Pemilik Kendaraan Toyota (diesel) diinformasikan, jika habis kebut-kebutan, tanjak-tanjakan, dan sebagainya, pengendara diminta untuk membiarkan idle mesin beberapa detik sampai dengan menit untuk mendinginkan turbocharger (agar temperatur turbo tidak berubah terlalu drastis).

Berarti memang tidak perlu dong untuk pemakaian normal. (mobil.otomotifnet.com)

Di ambil dari :http://otomotifnet.com/Mobil/Tips/Pasang-Turbo-Timer-Di-Mesin-Diesel-Masih-Perlu-Atau-Tidak

Share this Post!

About the Author : owner

0 Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published.